Limbah bahan berbahaya dan beracun, yang selanjutnya disebut Limbah B3, adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3. Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik : mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, penyebab infeksi, bersifat korosif, Limbah cair atau air buangan merupakan sisa air dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan instrumen pengelola lingkungan yang terdiri dari kerangka acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantau Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam hal ini diwakili oleh Badan Lingkungan Hidup pada tahun 2015, telah mengeluarkan 13 Izin Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3) dan 5 izin Limbah cair (LC), Sedangkan untuk izin AMDAL pada tahun 2015 telah mengeluarkan 2 izin AMDAL dan 4 Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH).

 

 

Izin Limbah

TAHUN 2015

Izin AMDAL dan DELH

Tahun 2015

18
IZIN DIKELUARKAN
6
IZIN DIKELUARKAN
 

 

Dari grafik dapat dilihat tahun 2012 izin yang di keluarkan untuk LB3 14 izin sedangkan LC tidak ada, tahun 2013 LB3 8 izin sedangkan LC 9 izin, tahun 2014 LB3 5 izin sedangkan LC 5 izin, tahun 2015 LB3 13 izin sedangkan LC 5 izin

 

Grafik Izin Lingkungan AMDAL & DELH Tahun 2011-2015


Sumber Data:  Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin | Dianalisa oleh: Forum Pengelola SIMBANGDA Banyuasin Tahun: 2016