Analisa dinamika cadangan karbon dilakukan untuk mengetahui perubahan cadangan karbon di suatu daerah pada kurun waktu tertentu. Metode yang digunakan adalah metode Stock Difference. Emisi dihitung sebagai jumlah penurunan cadangan karbon akibat perubahan tutupan lahan. Sebaliknya, sekuestrasi dihitung sebagai jumlah penambahan cadangan karbon akibat perubahan tutupan lahan. [Baca lebih lanjut]  
EMISI GAS RUMAH KACA SERAPAN GAS RUMAH KACA

43.55

MTon CO2

11.03

MTon CO2

     
KECAMATAN Net emisi 2010-2014  
Tungkal Ilir 1.05 Lihat data
Rantau Bayur 0.06 Lihat data
Muara Padang 0.21 Lihat data
Muara Sugihan -0.60 Lihat data
Pulau Rimau 23.90 Lihat data
Suak Tapeh -1.02 Lihat data
Betung 0.93 Lihat data
Sembawa 0.73 Lihat data
Banyuasin III -0.02 Lihat data
Banyuasin I 1.65 Lihat data
Rambutan 0.47 Lihat data
Air Kumbang 0.62 Lihat data
Banyuasin II 0.46 Lihat data
Air Saleh 1.63 Lihat data
Makarti Jaya 1.44 Lihat data
Sumber Marga Telang 0.50 Lihat data
Muara Telang 0.19 Lihat data
Tanjung Lago 0.04 Lihat data
Talang Kelapa 0.28 Lihat data
 

Kecamatan Pulau Rimau memiliki tingkat net emisi tertinggi, sedangkan Kecamatan Suak Tapeh memiliki tingkat net emisi terendah. Net emisi adalah nilai Emisi - Sequestrasi

Satuan emisi MTon CO2

 

10 tipe perubahan penggunaan lahan yang paling banyak menyebabkan emisi.

Satuan emisi MTon CO2

     

 

Tingkat emisi dan sequestrasi Kabupaten Banyuasin semakin menurun pada tahun 2014.

Satuan emisi MTon CO2

  Kecamatan Banyuasin II memiliki tingkat emisi tertinggi, sedangkan Kecamatan Sembawa memiliki tingkat emisi terendah.

Sumber Data: World Agroforestry CentreDianalisa oleh: Forum Pengelola SIMBANGDA Banyuasin Tahun: 2016